Kenny_action_Beijing_semis

LATIHAN KECEPATAN

*** Selamat Tahun Baru 2013 ***

Semoga Tahun 2013 Membawa Perubahan Positif Bagi perkembangan Olahraga Nasional & Membuka Pikiran dan Wawasan Masyarakat Olahraga Tentang Pentingnya IPTEK Olahraga

Pada kesempatan ini penulis sengaja tidak meletakkan gambar seorang pelari sprinter dalam header tulisan ini, seperti penulis-penulis lain yang selalu memberikan contoh dalam menulis atau membahas tentang “Kecepatan”. Karena mayoritas menganggap bahwa kecepatan adalah gerak lurus (linear motion), padahal kecepatan dalam olahraga tidak sekedar gerak lurus, tapi dapat juga berupa gerak yang tidak beraturan, kesegala arah, (non-linear motion) seperti dalam cabang olahraga bela diri, dan olahraga permainan.

Kecepatan pada dasarnya adalah kemampuan motor unit merespon rangsangan yang timbul secepat mungkin.  Voß, Witt, Werthner (2007).  Teori yang disampaikan oleh Voß, Witt, Werthner diperkuat  dalam makalah kepelatihan FIFA (2004)  yang menyebutkan bahwa kecepatan adalah faktor yang memungkinkan seseorang dapat melaksanakan proses stimulus-response sesingkat mungkin, sebagai hasil dari fungsi sebuah proses sistem persyarafan otot dan didukung kekuatan otot tubuh. Jadi kecepatan berhubungan dengan kemampuan motor unit tubuh untuk menjawab secepat mungkin rangsangan yang datang lewat panca indera kita.

Motor UNIT

Gambar.1  Motor Unit

Motor Unit adalah Sebuah unit motor terdiri dari neuron motor tunggal serta semua serat otot yang mengaktifkan neuron. Hal ini mengacu pada otot rangka kita, yang terbuat dari ratusan ribu serat. Serat-serat otot yang diaktifkan oleh motor neuron ketika mereka menerima sinyal dari otak untuk kontraksi otot. Sebuah motor neuron tunggal dapat mengontrol  beberapa ratus serat otot pada satu waktu, tergantung pada ukuran dan fungsi otot.

Dari proses “Stimulus-Respons” yang terjadi akan menghasilkan kontraksi otot dan akan menghasilkan hgerakan-gerakan pada organ tubuh kita. Gerakan yang mungkin terjadi dari proses diatas menurut  Voß, Witt, Werthner, yang akan menjadi dasar konsep “kecepatan” yaitu :

  1. Gerak Asiklis Reaktif (Acyclic Reactive)
  2. Gerak Asiklis Non-Reaktif (Acyclic Non-Reactive)
  3. Gerak Sklis yang cepat (Cyclical Speed)
  4. Gerak Reaktif (Reactive)

Sebagai contoh seorang pelari sprint dalam melakukan lari melakukan semua gerakan diatas, pada saat melakukan start ia melakukan gerak reaksi dan melakukan gerak asiklis non reaktif saat menolak blok start. Kemudaian saat sudah lepas start dan berlari cepat ia melakukan kombinasi gerak Asiklis reaktif dan gerak sikois yang cepat untuk menghasilkan frakuensi langkah yang cepat.

Dari penjelasan diatas jelas bahwa kecepatan adalah gerak yang singkat, sehingga dari sisi penggunaan sistem energi menggunakan sistem energi an-aerobic (ATP-PC dan Glikolisis) yang hanya mempunyai durasi waktu 10 detik – < 60 detik atau <1 menit.

sistem energi

Gambar.2  Durasi Kerja Berdasarkan Sisitem Energi yang Bekerja

Menurut gambar diatas jelas bahwa dalam latihan atau pun aplikasi kecepatan dalam olahraga tidak bisa lebih dari 10 detik (ATP-PC) atau bermain dalam duarasi an-aerobic alaktit dan an-aerobic laktit (glycolysis). Untuk itu rumusan latihan kecepatan dibedakan dalam dua jenis, yaitu kecepatan alaktat dan kecepatan laktat.

sesi latiha kecepatan

Gambar.3   Pengaturan Volume & Intensitas Latihan Kecepatan (FIFA 2004)

Jenis latihan bisa disesuaikan dengan gerakan yang spesifik dicabang olarhaga masing-masing, namun durasi, intensitas dan densitas latihan harus sesuai dengan apa yang telah dikemukakan pada gambar.3, sehingga tidak menggeser tujuan latihan kecepatan karena bergesernya penggunaan sistem energi yang dipakai saat bekerja. Berikut adalah durasi waktu aktifitas berdsarakan sisitem energi yang dipakai :

Durasi Kerja Sistem Energy

Demikianlah sedikit penjelasan tentang konsep latihan kecepatan, mungkin terlihat berbeda dengan apa yang telah dijelaskan selama ini bahwa latihan kecepatan meliputi Speed, Agility and Quickness (SAQ). Jadi apakah kecepatan bisa didefinisikan kembali kepada kecepatan (speed) lagi?  sehingga sekian lama pelatih bingung dan keliru mengaplikasikan latihan kecepatan karena tidak mendapatkan penjelasan yang utuh tentang konsep dasar kecepatan. Agility dan Quickness sebenarnya adalah produk dari beberapa faktor, seperti yang dijelaskan oleh Young WD, Farrow D dalam bukunya  A review of Agility: Practical Aplication for Strength and Conditioning, Strength Cond J. 2006; 28: 24-29) :

Komponen Agility

Gambar.4   Komponen Peningkatan Kemampuan Kelincahan (Agility)

Prinsip Pengembangan Kecepatan & Kelincahan
  • Kualitas diatas Kuantitas :– Volume latihan rendah, durasi istirahan yang lama untuk menjaga kualitas latihan yang tinggi.
  • Teknik yang baik setiap saat :– Teknik yang tidak baik akan mempengaruhi kualitas latihan dan akan mengakibatkan cidera
  • Pengembangan kecepatan & Kelincahan Khusus :– Latihan harus disesuaikan dengan gerakan di cabang olahraganya, misalkan latihan di sepakbola lebih baik menggunakan bola.
  • Membangun Karakteristik Pendukung :– Kecepatan & Kelincahan ditunjang faktor-faktor terkait, seperti kekuatan, teknik, dll.
  • Pemberian Umpan Balik (FeedBack) : Pemberian feedback sangat dibutuhkan saat latihan kecepatan, untuk memperbaiki kesalahan teknik yang akan menghindari cidera.
  • Motivasi : Latihan kecepatan & kelincahan membutuhkan motivasi yang tinggi untuk menjamin kualitas latihan.

Semoga dapat menjadi bahan untuk memperkaya pengetahuan siapa pun yang mempunyai ketertarikan dan niat baik untuk memajukan olahraga di Indonesia. Penulis mempersilahkan masukan, kritik dan ide yang membangun untuk selalu menacari cara bagaimana olahraga terus dapat membawa Indonesia lebih dihormati oleh negara-negara lain.

Terimakasih

About these ads

One response »

  1. ifat fatkhurohman says:

    salam kenal coach iwan………..

    saya fatkhurohman mahasiswa pendidikan kepalatihan olahraga ….
    artikelnya bagus coach …..
    dan sangat membantu tugas-tugas kuliah pembinaan fisik saya.

    coach berkaitan dengan repetisi pada interval training latihan speed maximum sebaiknya seperti apa? bolehkah lebih dari 10 repetisi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s